Berita Wisata

Berita Update

Index Berita

Berita Olahraga

Berita Teknologi

Berita Kesehatan

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Disini

Kaba Kampuang

Berita Entertainment

Pasang Iklan Anda

Pasang Iklan Anda
Berita Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Minangkabau Fashion Carnaval (MFC) tahun ketiga dalam penyelenggaraannya. Tahun ketiga ini, MFC mengambil tema "Ranah Bundo nan Rancak" yang akan digelar pada tanggal 11 Oktober 2015 bersamaan dengan perhelatan Tour De Singkarak 2015.

Menurut Del dari Dinasparekraf Sumbar, penyelenggaraan event ini lebih meriah. Tidak hanya karnaval saja juga dipadukan gelaran Tour De Singkarak.

"Kita belajar dari Jember yang sukses menggelar Jember Fashion Carnival, MFC dibungkus dengan budaya Minangkabau," tuturnya

MFC 2015 sendiri mengambil tema "The Exotique Motherland". Del mengatakan jika tema tersebut bisa diartikan sebagai kreativitas tanpa batas.

"Jadi kita ingin membuka sesuatu yang konvensional supaya bisa diciptakan tanpa ada batasan," terangnya.

Lebih lanjut, MFC 2015 bukan hanya sekadar karnaval. Tapi, MFC bertujuan untuk mengenalkan potensi budaya lokal ke dunia.

"Intinya dari Jember untuk dunia, karena kita ada unsur lokal yang dikenalkan, misalnya tentang songket silungkang," tutup Del
minangmaimbau.com- Ratusan warga Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan tradisi mandi “balimau” di Sungai Lubuak Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan guna menyucikan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 Hijriyah.

Tradisi balimau diyakini oleh warga dapat menyucikan diri guna memasuki bulan Ramadhan dengan mandi di sungai menggunakan jeruk nipis dan harum-haruman, dilakukan sehari sebelum masuk bulan Ramadhan.

Warga datang menggunakan kendaraan roda dua serta roda empat menyebabkan lalu lintas tersendat di area menuju ke lokasi.

Puncak balimau berlangsung pukul 17.00-18.00 WIB, dimana Sungai Lubuak Paraku terlihat semakin ramai dipadati warga yang ingin balimau.

Roza salah seorang warga mengatakan balimau rutin ia lakukan saat akan memasuki Bulan Ramadhan guna membersihkan diri.

“Besok mau puasa, jadi sore ini balimau dulu untuk membersihkan diri,” ujarnya.
Tradisi balimau ini juga membawa berkah bagi pedagang makan di lokasi tersebut karena usai balimau warga ramai berbelanja makanan seperti gorengan, sate, bakso hingga mi instan.

Petugas loket Lubuak Paraku Erna mengatakan sekitar 500 warga datang ke sini untuk balimau baik tua, muda hingga anak-anak.

Salah seorang petugas Satpol PP Padang Wisral mengatakan dalam rangka pengamanan disiagakan puluhan personel gabungan terdiri atas kepolisian, TNI, Satpol PP, SAR Dinas Perhubungan , RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) serta Dinas Kesehatan Kota Padang.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, mulai pukul 18.00 WIB petugas mengimbau warga untuk segera meninggalkan lokasi.

Terpisah Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Rusydi AM mengatakan dalam ajaran Islam tidak ada anjuran untuk melaksanakan balimau menyambut Ramadhan.

Menurutnya meski dianjurkan untuk membersihkan fisik namun tidak mesti dilaksanakan di tempat-tempat terbuka.

“Membersihkan badan dapat dilaksanakan di rumah atau tempat-tempat tertutup,” kata dia.

Sementara Wali Kota Padang Mahyeldi mengimbau masyarakat setempat agar menjauhi pelaksanaan balimau dari hal-hal yang berbau negatif.
minangmaimbau.com – Rumah Budaya Fadli Zon akan menampilkan kesenian dua negara, Indonesia-Tiongkok. Seniman kedua negara akan menghibur 200 penonton di kantong kebudayaan Ranah Minang itu.

Pimpinan Rumah Budaya Fadli Zon, Edin Hadzalic, melalui siaran pers yang diterima media, mengatakan, malam kebudayaan tersebut terselenggara atas kerjasama Rumah Budaya dengan Sekolah Dharma Yudha Pekanbaru.

“Malam kebudayaan ini bertujuan membina hubungan baik kedua negara, khususnya di bidang seni dan budaya,” ujar Edin Hadzalic.

Dia menyebutkan, sebanyak 20 seniman dari Provinsi Jiang Shu, Tiongkok, akan menampilkan sejumlah kesenian mereka, di antaranya Tari Guzheng dan Kaligrafi. Tarian ini dibawakan seniman Tiongkok dari Jiang Su, Pusat Pendidikan Tari Kota Xuzhou.

Sementara dari Indonesia, pertunjukan seni akan ditampilkan Sekolah Dharma Yudha Pekanbaru (Tarian Cik Puan dan Tarian Mancaliak Jaluar). Selain itu, Pianis Indonesia Marusya Nainggolan juga turut hadir mewakili Indonesia di acara itu.

Tak hanya itu, dari Sumatera Barat, Tim Kesenian Sumbar Talenta turut tampil membawakan sejumlah kesenian Minang yang bakal menyemarakkan malam dengan tarian dan musik tradisi Minangkabau.

Budayawan dan Pendiri Rumah Budaya, Fadli Zon, mengatakan, hubungan baik Indonesia-Tiongkok sudah terjalin sejak zaman pemerintahan Bung Karno dan harus terus dijaga serta ditingkatkan.

“Baik hubungan di bidang ekonomi, perdagangan, teknologi, pendidikan, keamanan, termasuk hubungan kebudayaan,” ujar Fadli Zon.

Dia berharap, Malam Kebudayaan Indonesia Tiongkok di Rumah Budaya semakin memperkokoh hubungan kedua negara. “Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya,” katanya.

Rumah Budaya Fadli Zon diresmikan pada 4 Juni 2011 dan sering menampilkan pertunjukan kesenian dari sejumlah negara di dunia, di antaranya: Konser Trio Cantabile (Croasia), Konser Ansambel Ad Glorian Brass (Croasia), Pemutaran Film Sutradara Faruk Loncarevic (Bosnia), Malam Persahabatan Indonesia-India, Pertunjukan Sulap Rick Taliesen (Amerika Serikat), Penampilan Saluang di Eropa Kerjasama Indonesia-Serbia kerjasama Rumah Budaya dan Assosiasi Bibliofil Serbia, serta sejumlah pertunjukan lainnya.